KELUARGA
Di sini saya akan menceritakan seluk beluk sang ratu (nenek) saya dan keluarga saya yang dari dulu mulai kacau .
Diantara
orang tua lanjut usia atau biasa di panggil nenek buat kita , ya kebiasan
mereka istirahat , makan , istitahat , minum obat . Ya emang fisik gak bisa di
tanya lagi . Tapi buat nenek saya , umur emang tua tapi hatinya angnes monica .
Beneran selalu gerak dan gamau diam , apa aja di kerjain sama dia , misalnya
ada piring kotor ni atau pakaian kotor nenek saya cuci . Emang nenek saya waktu
muda dulu masih seksi dan bahenol , orangnya pembersih , jadi kegiatan apa saja
dilakukan agar telihat bersih .
Nenek saya saat ini tinggal dirumah
saya dengan ibu dan bapak . Selama nenek memutuskan tinggal bersama kami ,
sebelumnya nenek tinggal tidak menetap atau nomaden (berpindah-pindah ke suatu
tempat) ya kaya nenek nomaden gitulah . Nenek akan tinggal di rumah
anak-anaknnya karena rumah yang dulu nenek tempati sudah di jual dan
anak-anaknya akan merawatnya , siapa saja dari anaknya tidak ada urusan atau
bisa merawat dia , nenek akan tinggal di rumah anaknya yang bisa merawatnya .
Nenek biasa pindah dalam seminggu 8 rumah anaknya yang bisa merawat dia , atau
mungkin lebih . Karena anak nenek 12. Yang terakhir kembar adalah ibu saya .
Jangan heran jaman
dulu emang gada hibran lagi , ya juga anak dulu gada repot permintaannya dikit
. Pepatah juga pernah mengatakan “banyak
anak banyak rezeki” tapi itu di jaman dulu , anak” dulu tidak ada repot
atau mintanya tidak berlebihan , jadi end salah banyak anak pada jaman itu .
Kalau anak sekarang permintaannya banyak jadi repot , dari HP lah motorlah
terus kalau punya pacar , mau kasih makan pacarnya minta uang orang tua lagi
kan , so pepatah akan berubah menjadi “banyak
anak banyak masalah”.
Dan waktu ketika nenek bercerita
kepada saya bahwa anak nenek ada 12 , di kepala saya keluarga yang besar ,
pasti seru banget , karena di rumah gak pernah sepi dan jangan heran waktu
berkumpul atau merayakan lebaran , rumah akan menjadi rame atau menjadi
keluarga besar buanget . Tapi saya juga ngebayangin nenek punya 12 anak ,
berarti rumah nenek dulu cukup besar unuk menampung anaknya , terus kalau tidur
malem kan pasti dihitung kalau end di hitung bakal ribet , anak banyak terus
gak di hitung takutnya ada yang hilang . Misalnya nih kalian punya saudara 12
terus lo kakak pertama dan mempunyai adek 12 . Misalnya lo bayangin aja jangan
di anggep beneran , saya aja punya adek 1 kelai terus apalagi 12 , ya di bakar
rumah .
Terus malam pas lagi mau tidur orang tua lo menyuruh lo
menghitung adik kamu , karena kamu anak paling besar , pas di hitung kurang ,
adek lo gatau kemana , ya mungkin keluyuran masih main sama temannya , atau
mungkin gara” banyak saudara , saudara satunya membunuh adek lo yang lo hitung
kurang dan menghilang , sangking banyaknya saudara ya cari lagi sampe dapat ,
ia akan gak bakal selesai kan .
Jadi saya gak bisa membayangkan saat saya berada di saat
seperti itu dan anehnya ibu saya merasakan itu , tapi ibu saya sehat” aja tuh ,
soalnya ibu saya bilang nasi waktu itu banyak dan cukup untuk 12 anak , tidak
ada perkelahian antar saudara , ya begitulah jaman dulu men . Keseruan di dalam
rumah udah bikin adem waktu jaman dulu , anak muda sekarang ya keseruannya nog
krong sama teman” , satu meja ada satu gelas minuman dan bayarnya patungan
bertujuh .
Lanjut nih , setelah nenek
memutuskan untuk pindah bersama keluarga kami dan tinggal cukup lama , bapak
memutuskan membuatkan kamar untuk nenek . Maklum kamar di rumah kami hanya 2
kamar , kamar bapak-ibu dan saya . Nenek pun mendapatkan kamar yang cukup mewah
, kamar nenek dekat dengan kamar mandi dan di dalam kamar nenek ada tv dan
lemari es , ibu dan bapak memanjakan nenek , agar dapat beristirahat karena
penyakit mulai datang ke tubuh nenek .
Hari pertama nenek tinggal di rumah
saya , ya.. biasa saja , tiap malam saya pergi ke kamar nenek untuk
mengantarkan makanan , memberikan obat , menonton TV bersama nenek , narkoba
bersama nenek , ya pokoknya macem” . Kebersamaan cucu dan nenek yang luar biasa
.
‘Nek ganti film barat , film action
gitu biar keren’.
‘Ganti sudah tung , sekalian bikinin
nenek kopi sama ambilin rokok ‘.
Panggilan
nenek kepada saya adalah kentung karena waktu kecil badan saya kecil terus
gempal ya kaya gentong gitu . Kebiasan nenek adalah merokok dan ngopi . Bilang
nenek saya rokok adalah penyambung hidupnya , dan jika merokok kalu tidak di
temani secangkir kopi bukan nenek saya namanya . Jadi jangan heran nenek-nenek
yang biasa beda banget dengan nenek saya. Biasa kamar nenek” pada umunya
kamarnya berbau balsem , minyak angin , kan biasa gitu bau kamar nenek-nenek
tapi kamar nenek saya beda kamarnya bau
rokok dan gelas kopi bekas di mana , kaya anak muda gitu . Tapi nenek end
begadang sama main judi udah tobat men . Waktu masih muda aja masih bahenol .
Nenek saya yang aktif ini , semakin
hari membuat tetangga” di sekitar rumah
marah kepada kami . Karena akhir-akhir ini pendengaran nenek kurang baik , jadi
setiap malam nenek menonton film sinetron ke sukaannya di kamar dengan suara TV membangunkan orang
sekampung . Akhirnya ibu , bapak , dan saya juga mulai mengalami pendengaran
kurang baik karena nenek hampir setiap malam melakukan itu .
Malam itu saya dan bapak duduk manis
di depan rumah , ibu sudah tidur . Kami sudah terbiasa dengan suara TV nenek
setiap malam , jadi setiap tidur malam kami tidak terganggu dengan suara
dangdutan dari kamar nenek . Malam itu saya dan bapak duduk di depan rumah
untuk mengurangi radiasi telinga dari kamar nenek untuk menyadarkan
pendengarkan kami lagi .
Malam itu juga seperti biasa nenek
memutarkan suara TV nya sekeras mungkin hingga menurutnya sudah pas di telinga
nenek , buat telinga orang normal itu bisa merobek-robek gendang telinga .
Saya dan
bapak mengobrol di depan rumah . Tiba” suara seorang laki” menghentikan
pembicaraan kami .
‘Permisi pak ?’ . Laki” itu
memanggil bapak .
‘Iya ada apa pak ? . Sahut bapak
yang masih heran malam” ada tamu dengan wajah yang asing .
‘Maaf pak , saya tetangga baru di
sini ?’. Jawab laki” itu ternyata tetangga baru .
‘Oh tetangga baru , ada apa ya pak ?
‘. Sahut bapak lagi yang masih bingung .
‘Saya kan baru pindah pak , terus
saya punya anak kecil , tapi suara dari rumah bapak membuat anak saya jadi
engak bisa tidur ‘. Jawab laki” itu .
Ternyata tetangga baru yang tidak
tau dengan keadaan nenek saya . Karena tetangga yang lama sudah mulai terbiasa
dengan ini keributan setiap malam dari rumah kami , tapi tetangga baru ini
tidak tau . Saya rasa juga memang tetangga lama bisa mulai atau terbiasa dengan
suara ribut setiap malam , tapi jika terus setiap malam ribut dari rumah saya ,
mungki dengan waktu dekat ini , rumah saya akan di bakar massa hanya gara”suara
TV sang nenek.
Setelah saya mendengar pecakapan bapak dengan tetangga baru
itu , saya merasa kasihan kepada anak kecil itu tidak bisa tidur oleh seorang
nenek yang menonton TV dengan tidak mempunyai adat . Nenek siapa sih tuh ?
(nenek lo) .
Akhirnya dengan mempunyai hati yang
baik untuk melindungi anak kecil itu menjadi tuli , saya akan memutuskan untuk
memberi tahu nenek agar TVnya dapat di matikan. Dengan berjalan menuju kamar
nenek dengan semangat 45 dengan di tangan kanan membawa bambu runcing saya akan
menegur nenek (saya terlalu bersemangat sampe nenek aja di kirain penjajah).
‘
TOK...tokk ..tok nek’. Nenek belum dengar juga udah ngetok pintu keras
banget malah bener” dah gendang telinga nenek udah gada . Akhirnya saya pun
memutuskan membuka sendiri pintu kamar nenek . Pas di buka kamar nenek penuh
dengan asap rokok , nenek tidak kelihatan seperti kabut di kamar nenek ,
setelah asap rokok menghilang nenek saya yang menghilang , mungkin nenek adalah
sebangsa konoho di kehidupan naruto . Ternyata eh ternyata nenek sudah tidur ,
mungkin habis merokok nenek tertidur sampai TVnya pun masih menyala . Akhirnya
saya buka aja pintunya biar asap rokoknya hilang terus saya kasih mati TV nenek
. Akhirnya urusan telah selesai . Seorang bayi telah di selamatkan .
Waktu SMP sebelum nenek tinggal di
rumah kami atau nenek masih nomaden tinggal di sana-sini di rumah anaknya ,
bapak mempunyai kebiasan aneh tapi kebiasaan aneh itu sekarang mulai ia
menghilangkan . Bapak orang asli makassar dan kebiasan orang makassar menurut
bapak saya hobby banget piara ayam di halaman belakang . Bilang bapak ayam itu
banyak banget manfaatnya bagi keluarga yang memelihara ayam , dari dagingnya ,
telurnya , terus kalau beranak ayamnya bisa banyak bisa jadi mandor peternak
ayam , terus kalau udah bosen bisa di jual ayamnya untungkan .
Pulang sekolah masih SMP , bapak
selalu nanya lewat telpon karena pas saya pulang sekolah , bapak belum pulang
karena bapak pulang kantor pukul 5 sore , saya sekitar jam 2 siang gitulah.
‘Fal di mana?’
‘Di rumah pak , kenapa bos?’
‘Kamu udah pulang sekolah kan ,
pasti udah di rumah ?’
‘Iya udah pak ‘.
‘Kamu udah makan belum ?’
‘Bentar lagi makan ni pak , emang
kenapa pak?’ . Tumben bapak nanya makan pasti pulang kantor di belikan makan
nih asik .
‘Kalau udah makan , kan kamu udah
kenyang tuh , habis makan kamu kasih makan ayam bapak ya entar kurus lagi ,
kamunya gemuk ayam bapak kurus , jangan lupa ya kasih makan ayam , oke Fal . ‘
‘Iya pak (wajah seneng berubah
cemberut) ‘. Kirain di belikan makanan eh di suruh kasih makan ayam , hewan
lebih penting daripada anaknya .
Bukan hal aneh setiap sore bapak
pulang kerja membuka baju terus memakai kaus kutang dengan celana pendek , ia
akan menghampiri ayam kesayangannya . Biasa tiap sore bapak duduk sambil minum
kopi ayamnya di kandang , biasa ayamnya minum kopi bapak di kandang , biasa
kopinya di kandang bapak sama ayamnya ngeliatin kopi , pokoknya macem” bapak
gak bisa lepas dari ayam kesayangannya.
Hari sabtu dan minggu hari paling
wajib buat bapak untuk memperbaiki kandang ayam kesayangannya . Bapak mempunyai
jadwal , biasanya sabtu iya melihat kerusakan apa saja dari kandang ayam
kesayangannya , terus kalau udah tau iya akan membeli menurutnya bagus untuk
kandang ayamnya , misalnya yang rusak kayunya bapak akan membeli kayunya .
Setelah hari sabtu bahan sudah tersedia dan ketika hari
minggu baru bapak bekerja memperbaiki kandang ayam kesukaanya . Biasa setiap
minggu bapak selalu bilang , ‘Fal bantuin bapak bikin kandang ayam ?’ . Dalam
hati saya sebagai anak yang baik walaupun saya malas , saya harus mengikuti apa
yang bapak bilang dan seperti biasa dengan raut wajah yang malas saya tetap aja
batuin bapak buat kandang ayam . Kalian pasti bosen kan setiap minggu bukan
menghabiskan bersama keluarga berwisata kek , jalan” kah , eh malah buat
kandang ayam . Coba aja tiap minggunya berubah misalnya gini , ini bayangan
yang ada di otak saya .
|
Sebelum
|
Berubah
|
|
Biasa setiap minggu bapak selalu
bilang , ‘Fal bantuin bapak bikin kandang ayam ?’ . Dalam hati saya sebagai
anak yang baik walaupun saya malas , saya harus mengikuti apa yang bapak
bilang dan seperti biasa dengan raut wajah yang malas saya tetap aja batuin
bapak buat kandang ayam.
|
Biasa setiap minggu bapak selalu
bilang , ‘Fal bantuin bapak bikin anak ?’ . Dalam hati saya sebagai anak yang
baik walaupun saya malas , saya harus mengikuti apa yang bapak bilang dan
seperti biasa dengan raut wajah yang malas berubah menjadi senang saya tetap
aja batuin bapak buat anak.
|